Anjing mengerti emosi manusia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anjing dan manusia menggunakan area otak yang sama untuk memahami satu sama lain secara emosional

Pernahkah Anda merasa bahwa anjing Anda memahami makna emosional dari apa yang Anda katakan? Ini mungkin benar. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa otak anjing dan manusia merespons suara vokal yang sama, yang memungkinkan kedua spesies saling memahami secara emosional.

Mencari untuk memahami mekanisme otak di balik aliansi yang kuat antara manusia dan sahabatnya, peneliti Attila Andics, dari MTA-ELTE Comparative Ethology Research Group di Hongaria, memimpin percobaan yang aneh. Dia melatih 11 anjing (trah Golden Retriever dan Border Collie) untuk tetap diam selama 8 menit sambil mengamati, melalui CT scan, respons otak mereka terhadap lebih dari 200 suara, baik manusia maupun anjing.

Kemudian, dia mengulangi prosedur itu dengan 22 orang, yang mendengarkan rekaman yang sama yaitu menggonggong, menangis, tertawa, dll. Dia menemukan bahwa anjing merespon lebih kuat terhadap suara dari anjing lain, sama seperti orang merespon lebih kuat terhadap suara manusia. Namun, kedua spesies bereaksi sama terhadap emosi satu sama lain.

Manusia dan anjing memiliki area otak yang sama yang bertanggung jawab untuk menafsirkan suara manusia dan anjing. Para peneliti percaya ini karena kedua spesies memiliki nenek moyang yang sama 100 juta tahun yang lalu. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Ini bukan pertama kalinya CT scan digunakan untuk menguraikan pikiran anjing. Tahun lalu, Prof. Gregory Burns melakukan eksperimen serupa dan menyimpulkan bahwa anjing sama sadarnya dengan anak kecil.

Andics bermaksud untuk melanjutkan penelitiannya dengan ras anjing lain untuk mengetahui apakah fenomena ini mencakup semua anjing atau bervariasi sesuai dengan ukuran dan bentuk otak. Anda dapat mengamati eksperimennya dalam video berikut:

Related Posts